Tampilkan postingan dengan label Tips Corner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Corner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 November 2009

Pintu Unik dan kreatif !

Pintu dibelakang Tangga



Pintu Sekaligus Papan Tulis



Pintu 2 Arah



Pintu Ping-Pong



Pintu Cahaya+Udara



Pintu Kaca



Pintu Dinding Bergerak


sumber: kaskus.us

Seni Tali Sepatu

Bosan dengan model tali sepatu yang "itu-itu" saja?
Mungkin beberapa seni tali sepatu berikut akan membuat anda tertarik untuk bereksperimen..







sumber: kaskus.us

Kamis, 12 November 2009

menjadi MC yang baik


Banyak tulisan tentang bagaimana menjadi MC yang baik, jadi kalau ingin mencari di internet tinggal ketikkan kata kunci “tips menjadi MC yang baik”, maka akan banyak tautan yang diberikan oleh mesin pencari.

Aku hanya suka memperhatikan penampilan para MC yang kuanggap baik dan memukau dan mencoba merangkumnya menjadi satu tulisan tentang bagaimana sebaiknya menjadi MC itu.

To the point aja, mari kita lihat apa sebaiknya yang dilakukan oleh seorang MC.

1. Murah senyum, tapi bukan senyum murahan
2. PeDhe, percaya diri dan bukan pendidikan djasmani
3. Konsentrasi, selalu siap untuk berimprovisasi.
4. Menguasai urutan acara, bekerja sama dengan manager panggung [stage manager]
5. Rajin membaca, tidak cukup hanya rajin menabung dan membantu orng tua, untuk meningkatkan kemampuan improvisasi

Murah senyum

Senyum yang tulus akan membuat orang lain tergetar dan otomatis akan membuat hadirin tenteram. Ini sangat menolong pembentukan suasana yang kondusif antara pengisi acara dan audience. Rumus senyum yang tulus adalah 2-2-7, bibir ditarik 2 cm ke kanan, 2 cm ke kiri dan lakukan selama 7 detik [saja]. Ini bisa dilakukan dengan otodidak tanpa ikut training MC formal.

Percaya Diri

Kita harus selalu berbaik sangka dengan apapun yang kita hadapi dan itu kita tunjukkan dengan sebuah penampilan yang penuh energi positif. Tampilah dengan senyum yang menunjukkan kepercayaan diri kita. Apapun yang terjadi selalulah tampil percaya diri, jujur dan jangan sekali-kali menggurui audience dengan sesuatu yang kita tidak yakin kebenarannya. Sampaikan yang kita tahu dengan percaya diri dan audience akan menghormati kita, memberi apresiasi pada kita dan tentu saja akan mendengarkan apa yang kita ucapkan. Dalam lembaga training mc, hal ini sangat ditonjolkan.

Dalam sebuah ruangan yang kacau balau, yakinlah pasti ada satu dua orang yang memperhatikan kita, cari itu dan beri mereka senyum tulus, sehingga energi positif itu akan menular kepada mereka dan akhirnya ke seluruh isi ruangan. Di tempat training MC atau training MC services, hal ini dilatih berkala.

Konsentrasi

Ini memang suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi. Audience sangat peka terhadap yang satu ini. Kalau pembicaraan kita sudah ngelantur, tidak fokus, maka artinya ada konsentrasi kita yang sudah bolong-bolong. tarik nafas panjang dan sadarkan diri kita, bahwa konsentrasi sangat penting dipakai sebagai modal dasar untuk menjadi MC yang penuh improvisasi.

Menguasai Urutan Acara

Apa jadinya kalau MC tidak menguasai susunan acara? Pasti akan ada “blank”, sebuah kekosongan di acara yang kita pandu. Disini peran Stage Manager sangat penting, karena dialah yang menghubungkan antara kesiapan acara dengan susunan acara yang ada. Saat suatu acara memerlukan waktu persiapan untuk tampil, misal nyetel ***ar dulu atau apapun, maka jangan biarkan panggung menjadi kosong, kecuali kalau persiapan acara itu memang bagian dari acara itu sendiri.

Rajin Membaca

Akan sangat menarik bagi audience, kalau kita sanggup memberi komentar yang pas terhadap penampilan apapun yang ada di panggung. Hal ini hanya bisa dicapai kalau kita selalu memperkaya diri kita dengan bacaan yang beragam. Kita perlu tahu serba sedikit tentang sepakbola, dunia catwalk, obat-obatan, dan lain-lain agar kita sanggup memberi komentar yang pas terhadap apa yang ada di hadapan audience. Walaupun ikut pelatihan di tempat training MC, atau training MC services, maupun belajar otodidak, yang penting ini harus dilakukan.

Itu aja kayaknya yang paling penting, kalau ada yang punya usulan lain, silahkan kasih komentar, ya. Biar tulisan ini jadi lebih bermanfaat.

Akhirnya, selamat menjadi MC handal.

http://alampintar.blogspot.com

Tips Menjadi Detektif

Fungsi media massa sebenarnya melaporkan. Artinya melaporkan peristiwa secara langsung dan menggambarkan konteksnya. Jika media cetak maka menggambarkan seakurat mungkin dengan gambaran lebih luas dan kontemplatif.

Namun belakangan media televisi yang menikmati keluasan untuk melaporkan secara langsung dan menganalisa sebuah peristiwa telah melakukan fungsi penyelidikan, bukan hanya pelaporan lebih baik tanya dulu kepada jasa detektif dan jasa detektif swasta.

Fungsi penyelidikan sebenarnya ranah polisi atau detektif swasta bukan jurnalis. Inilah yang kemudian menjadi sebuah pertanyaan apakah fungsi penyelidikan oleh sang penyelidik swasta ini merupakan fungsi media atau memang menjadi sebuah trend dalam menarik pemirsa untuk mengatrol rating dan iklan?

Dalam sebuah contoh liputan pemboman ritz carlton dan jw marriot ditemukan sebuah acara tanya jawab oleh presenter mengenai siapa pembom bunuh diri dan darimana mereka berasal. Penjelasan mereka – tanpa menunggu penyelidikan polisi atau detektif swasta – membuktikan sebagian besar laporannya salah alias tidak benar. Analisa mengenai nama dan asal pembom juga ternyata jauh sekali dari apa yang diumumkan kapolri jenderal hendarso danuri.

Lomba penyajian antar media untuk sebuah peristiwa yang tertutup ini memang menarik. Namun penjelasan media televisi mengenai pembom dan analisanya pada tingkat tertentu menyesatkan. Meski mereka mengutip sumber di aparat keamanan namun jelas bahwa bukan fakta fakta yang dikemukakan namun kesimpulan dan malah sebagian besar dugaan.

Model presentasi seperti ini tampaknya telah melampaui fungsi reportase. Analisa dan kajiannya mirip dengan penyelidikan polisi atau penyelidik swasta tanpa memiliki keahlian dalam penyelidikan kriminal. Jadi ini tambah memperumit situasi dan mengaburkan presentasi itu sendiri.

Akan tetapi kelebihan dugaan-dugaan seperti ini mengundang banyak penonton dan memicu spekulasi. Bahkan menimbulkan kesan bahwa sang presenter dengan sumber-sumbernya yang tidak mau disebutnya terkesan hebat. Hanya bagi penonton umumnya yang memiliki kepedulian terkesan memprihatinkan.

Buktinya, setelah diumumkan identitas pelaku pemboman dengan pemeriksaan silang keluarganya, dugaan-dugaan presenter dari nara sumber itu sangat melenceng, lebih baik ke jasa detektif dan jasa detektif swasta. Sayangnya jurnalisme duga-duga, bukan jurnalisme berdasarkan fakta ini masih terus dipelihara dengan prinsip mengejar popularitas, bukan mengejar akurasi


Http://www.journalist-adventure.com

Senin, 09 November 2009

TEKNIK LOBI DAN NEGOSIASI


Menurut Stephen Robbins dalam bukunya “Organizational Behavior” ( 2001), negosiasi adalah proses pertukaran barang atau jasa antara 2 pihak atau lebih, dan masing-masing pihak berupaya untuk menyepakati tingkat harga yang sesuai untuk proses pertukaran tersebut. Sedang dalam komunikasi bisnis, negosiasi adalah suatu proses dimana dua pihak atau lebih yang mempunyai kepentingan yang sama atau bertentangan, bertemu dan berbicara untuk mencapai suatu kesepakatan.

Kapan sebenarnya diperlukan upaya negosiasi ?
Upaya negosiasi diperlukan manakala :
  1. Kita tidak mempunyai kekuasaan untuk memaksakan suatu hasil yang kita inginkan.
  2. Terjadi konflik antar para pihak, yang masing-masing pihak tidak mempunyai cukup kekuatan atau mempunyai kekuasaan yang terbatas untuk menyelesaikannya secara sepihak.
  3. Keberhasilan kita dipengaruhi oleh kekuasaan atau otoritas dari pihak lain.
  4. Kita tidak mempunyai pilihan yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi atau mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.
Kapan upaya negosiasi sebenarnya tidak diperlukan ?
Menurut Arbono Lasmahadi (2005), upaya negosiasi tidak diperlukan manakala :
  1. Persetujuan atau kesepakatan bukanlah tujuan yang ingin dicapai oleh para pihak,
  2. Salah satu atau kedua belah pihak berniat untuk merugikan atau menghancurkan pihak lain.
  3. Negosiator dari salah satu pihak mempunyai kekuasaan yang terbatas atau tidak mempunyai kekuasaan sama sekali untuk mewakili kelompoknya dalam negosiasi.

Menurut Marjorie Corman Aaron dalam tulisannya tentang negosiasi di Harvard Review, dalam melakukan negosiasi, seorang perunding yang baik harus membangun kerangka dasar yang penting tentang negosiasi yang akan dilakukannya agar dapat berhasil menjalankan tugasnya tersebut. Kerangka dasar yang dimaksud antara lain :
  • Apakah alternatif terbaik untuk menerima atau menolak kesepakatan dalam negosiasi?
  • Berapa besar nilai atau penawaran minimum yang akan dapat diterima sebagai sebuah kesepakatan?
  • Seberapa lentur proses negosiasi akan dilakukan dan seberapa akurat pertukaran yang ingin dilakukan?
Untuk membangun kerangka dasar tersebut di atas, ada 3 konsep penting yang harus dipahami oleh seorang negosiator, yaitu :
  1. BATNA ( Best Alternative to a Negotiated Agreement) , yaitu langkah-langkah atau alternatif-alternatif yang akan dilakukan oleh seorang negosiator bila negosiasi tidak mencapai kesepakatan.
  2. Reservation Price, yaitu nilai atau tawaran terendah yang dapat diterima sebagai sebuah kesepakatan dalam negosiasi.
  3. ZOPA ( Zone of Possible Agreement), yaitu suatu zona atau area yang memungkinkan terjadinya kesepakatan dalam proses negosiasi.
Dengan pemahaman yang baik terhadap 3 konsep dasar tersebut diatas , maka para perunding diharapkan dapat menentukan hal-hal yang ingin dicapainya dalam negosiasi, menentukan besarnya konsesi yang ingin didapat dan dapat diberikan, menentukan perlu tidaknya melanjutkan negosiasi, dan melakukan langkah lain yang lebih menguntungkan.

Strategi Dalam Bernegosiasi
Dalam melakukan negosiasi, kita perlu memilih strategi yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang kita inginkan. Strategi negosiasi ini harus ditentukan sebelum proses negosiasi dilakukan. Ada beberapa macam strategi negosiasi yang dapat kita Pilih, sebagai berkut :
  1. Win-win. Strategi ini dipilih bila pihak-pihak yang berselisih menginginkan penyelesaian masalah yang diambil pada akhirnya menguntungkan kedua belah pihak. Strategi ini juga dikenal sebagai Integrative negotiation.
  2. Win-lose. Strategi ini dipilih karena pihak-pihak yang berselisih ingin mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya dari penyelesaian masalah yang diambil. Dengan strategi ini pihak-pihak yang berselisih saling berkompetisi untuk mendapatkan hasil yang mereka inginkan.
  3. Lose-lose. Strategi ini dipilih biasanya sebagai dampak kegagalan dari pemilihan strategi yang tepat dalam bernegosiasi. Akibatnya pihak-pihak yang berselisih, pada akhirnya tidak mendapatkan sama sekali hasil yang diharapkan.
  4. Lose-win. Strategi ini dipilih bila salah satu pihak sengaja mengalah untuk mendapatkan manfaat dengan kekalahan mereka.

Taktik Dalam Negosiasi
Dalam proses negosiasi, pihak-pihak yang berselisih seringkali menggunakan berbagai taktik agar dapat memperoleh hasil negosiasi yang diinginkan. Ada beberapa taktik yang umum dilakukan oleh para negosiator.
  • Membuat agenda. Taktik ini harus digunakan karena dapat memberikan waktu kepada pihak-pihak yang berselisih setiap masalah yang ada secara berurutan dan mendorong mereka untuk mencapi kesepakatan atas keseluruhan paket perundingan.
  • Bluffing. Taktik klasik yang sering digunakan oleh para negosiator yang bertujuan untuk mengelabui lawan berundingnya dengan cara membuat distorsi kenyataan yang ada dan membangun suatu gambaran yang tidak benar.
  • Membuat tenggat waktu (deadline). Taktik ini digunakan bila salah pihak yang berunding ingin mempercepat penyelesaian proses perundingan dengan cara memberikan tenggat waktu kepada lawannya untuk segera mengambil keputusan.
  • Good Guy Bad Guy. Taktik ini digunakan dengan cara menciptakan tokoh “jahat’ dan “baik” pada salah satu pihak yang berunding. Tokoh “jahat” ini berfungsi untuk menekan pihak lawan sehingga pandangan-pandangannya selalu ditentang oleh pihak lawannya , sedangkan tokoh “baik” ini yang akan menjadi pihak yang dihormati oleh pihak lawannya karena kebaikannya. Sehingga pendapat-pendapat yang dikemukakannya untuk menetralisir pendapat Tokoh “jahat”, sehingga dapat diterima oleh lawan berundingnya.
  • The art of Concesión. Taktik ini diterapkan dengan cara selalu meminta konsesi dari lawan berunding atas setiap permintaan pihak lawan berunding yang akan dipenuhi .
  • Intimidasi. Taktik ini digunakan bila salah satu pihak membuat ancaman kepada lawan berundingnya agar menerima penawaran yang ada, dan menekankan konsekuensi yang akan diterima bila tawaran ditolak.

Perangkap Dalam Negosiasi
Menurut Leight L. Thompson dalam bukunya “The Mind and the Heart of Negotiation”, para perunding sering terperangkap pada 4 (empat) perangkap utama , yaitu :
  1. Leaving money on table (dikenal juga sebagai “lose-lose” negotiation, yang terjadi saat para perunding gagal mengenali dan memanfaatkan potensi yang ada untuk menghasilkan “win-win” solution.
  2. Setting for too little ( atau dikenal sebagai “kutukan bagi si pemenang”), yang terjadi saat para perunding memberikan konsesi yang terlalu besar, kepada lawan berundingnya dibandingkan dengan yang mereka peroleh.
  3. Meninggalkan meja perundingan , yang terjadi saat para perunding menolak tawaran dari pihak lain yang sebenarnya lebih baik dari semua pilihan yang tersedia bagi mereka. Biasanya hal ini terjadi karena terlalu mempertahankan harga diri atau salah perhitungan.
  4. Setting for terms that worse than the alternative terjadi saat para perunding merasa berkewajiban untuk mencapai kesepakatan, padahal hasil kesepakatan yang dibuat tidak sebaik alternatif yang lain.

Proses Negosiasi
Berikut proses negosiasi :
  1. Persiapan,
  2. Memulai,
  3. Langkah strategis,
  4. Diskusi dan komunikasi,
  5. Melakukan pengukuran : a. Diri b. Lawan c. Situasi d. Pengembangan strategi,
  6. Penutup dan kesepakatan.
  7. Pasca kesepakatan

Jumat, 30 Oktober 2009

Jangan Biarkan Gagasan Anda Terpendam


Banyak gagasan dan pemikiran yang diabaikan dalam dunia bisnis maupun profesi lainnya sebab pemikiran itu tidak diterapkan sebagaimana mestinya. Tidak disampaikan kepada orang lain yang bisa menilai pemikiran itu. Atau karena teknik pengungkapan sulit dimengerti oleh pendengar.

Gagasan dan pemikiran yang sangat berguna itu tidak terwujudkan karena sulitnya dalam penyampaian ide kepada orang lain. Seringnya, hal ini malah diakibatkan oleh perasaan takut akan ejekan dari orang lain karena idenya tidak masuk akal.
Perasaan takut ini biasanya didasarkan karena kegagalan-kegagalan dimasa lampau ada ejekan atau penolakan yang menyinggung perasaan dan diremehkan. Kebanyakan dari kita cenderung untuk mengukur gagasan-gagasan kita dengan diri sendiri, sehingga sikap remeh dari orang lain sering kita anggap sebagai bumerang.


Alasan lainnya mengapa gagasan dan pemikiran yang baik dan sangat berguna mengalami kegagalan ialah kurangnya usaha-usaha untuk meyakinkan orang lain terhadap nilai suatu pemikiran atau gagasan. Banyak orang yang kreatif mempunyai pikiran yang salah, mereka baru mendapatkan pemikiran yang baru dengan suatu gagasan maka cukup puaslah hatinya, pokoknya mereka sudah memahami maknanya sendiri. Mereka tidak menyadari bahwa proses kreativitas dimulai suatu gagasan atau pemikiran. Tentu saja, orang yang mempunyai gagasan-gagasan yang luar biasa tidak langsung mengambil keuntungan dari orang yang tidak mempunyai pemikiran kecuali orang itu tahu bagaimana mencetuskan ide atau gagasan itu serta bagaimana menjelaskan kepada orang lain.


Didalam perindustrian dan perdagangan kita sering menemukan orang-orang yang kreatif yang semata-mata hanya tertarik dalam pemecahan masalah tetapi setelah masalah tersebut terpecahkan dengan tuntas ia tidak mau merealisasikan hasilnya. Begitu masalah terpecahkan dan penyelesaiannya terbentuk, mereka segera mengesampingkan dan mulai menangani masalah lainnya. Hal ini adalah merupakan tindakan yang salah, sudah membuang waktu dan energi tetapi gagasan yang berguna itu dibiarkan dengan begitu saja.


Setelah mereka memecahkan masalah, umumnya mereka kehilangan semangat untuk melaksanakan pemikiran tersebut sebab masalah itu tidak lagi mengandung tantangan. Itulah sebabnya mereka gagal dalam menentukan usaha-usaha yang sungguh-sungguh untuk mengetahui hasil akhir dari ide dan gagasannya yang terakhir.


Orang-orang kreatif memang mempunyai banyak gagasan dan pemikiran baru, tetapi mereka tidak mau menjamin pelaksanaan gagasan mereka dengan memberikan langkah-langkah perlu. Mereka mau menangani masalah untuk beberapa saat tetapi tidak mau menyelesaikannya karena mereka dengan cepat akan beralih pada gagasan dan pemikiran lain yang lebih menarik. Tetapi masalah ini pun juga akan membosankan dan mereka pun beralih mengejar gagasan-gagasan baru. Akibatnya gagasan-gagasan dan pemikirannya menjadi berantakan dan tidak berguna sama sekali. Ia akan gagal karena pekerjaannya menjadi mentah.

Alex F, Osborn pernah mengatakan dalam hal ini, “Suatu gagasan yang cukup bagus dinyatakan dengan tindakan akan lebih baik dan berguna dari pada suatu ide yang benar-benar bagus tetapi terus-menerus diperbaharui“.


Theodore Levitt

Theodore Levitt, dalam tulisannya juga mengatakan:

Masalah yang utama adalah apa yang dinamakan orang-orang kreatif sering melemparkan kewajiban memperhatikan pokok dasar kepada orang lain. Mereka mempunyai banyak gagasan dan pemikiran tetapi kurang kelanjutannya. Mereka tidak herusaha dengan baik supaya ide-ide mereka mendapat perhatian dan dicoba untuk diterapkan“.

Setelah dipertimbangkan semuanya, dapat dikatakan gagasan-gagasan cukup banyak, hanya pelaksanaannya masih perlu diperhatikan. Jarang yang tahu bagaimana energi, kekuatan dan kekuasaan perlu dimanfaatkan untuk menyajikan gagasan dan pemikiran.


Ungkapan yang Mematikan dalam Mengungkap Gagasan

Charles H. Clarck yang bekerja pada bagian personalia The BF Goodrich Institute, pernah melontarkan sejumlah daftar lengkap susunan kata-kata yang biasa dipakai untuk mematikan gagasan dan susunan kata yang amat mematikan pula, yang sangat efektif untuk menahan ide atau gagasan baru. Adapun ungkapan yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:

  • Kami tak pernah melakukan cara itu sebelumnya
  • Ini tidak akan jalan
  • Kami telah mencobanya
  • Kami belum siap untuk itu
  • Anda tidak mengerti kesulitan kami
  • Gagasan apa itu?
  • Saya tahu gagasan tak akan jalan
  • Terlambat sudah
  • Tidak akan berhasil
  • Orang akan tertawa bila saya melontarkan gagasan saya
  • Orang lain akan simpati dengan gagasan saya
  • Dan sebagainya

“Pikiran manusia sedikit sekali menginginkan gagasan baru, seperti halnya reaksi tubuh terhadap makanan yang baru dicoba dan tidak disukai. Bila kita menilai diri kita dengan jujur sering kita temui bahwa kita telah mulai menentang sebuah gagasan baru sebelum kita memahaminya,”


ARTHUR KOESTER.



Sebagian besar manusia di dunia ini bukan saja menginginkan terbentuknya gagasan-gagasan baru dan mempertimbangkannya, tetapi juga mengembangkan, mewujudkan serta mendukung gagasan-gagasan baru. Tetapi berdasarkan apa yang pernah kita alami, maka gagasan yang baik jarang dipraktekkan. Kadang dengan ide baru kita tidak setuju, atau terjadi konflik batin, bila gagasan ini dilaksanakan apakah menguntungkan dan beribu pertanyaan yang menghambat jalan pikiran kita.


Akibatnya, banyak suatu gagasan yang muncul dalam otak kita lalu menghilang begitu saja, karena kita menganggap gagasan baru itu tak akan bermanfaat bagi kita. George Prince, yang telah mempelajari sejumlah besar rekaman dari diskusi penyajian ide atau gagasan, merasa bahwa reaksi kita terhadap sebuah gagasan baru ialah mencari keuntungan pribadi yang mungkin kita dapatkan dari sebuah ide tetapi kita tidak mau meneliti lebih jauh apakah gagasan itu dapat dikembangkan agar lebih baik atau tidak. Selanjutnya George Prince berkata:

“Setiap orang yang mengatakan ia menyukai gagasan baru, tetapi menurut beribu-ribu rekaman penyaji gagasan, ternyata kita telah membohongi diri kita sendiri. Orang secara tak langsung, melalui nada bicara kritik dan perbuatan menyatakan ketidaksetujuan mereka, bukan saja terhadap gagasan baru, tetapi juga terhadap orang yang menemukan gagasan baru itu. Manusia pada umumnya dari gagasan baru mereka sendiri".


Manusia pun sering tidak menyadari akibat reaksi mereka terhadap orang lain. Misalnya, orang yang sudah sangat terbiasa dikritik mengenai hal-hal yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial. Dengan sendirinya mereka menerima reaksi negatif sebagai kritik membangun, sedikitnya mereka mencoba bersikap menerima kritik itu. Sebenarnya manusia mengasosiasikan tanggapan sebuah gagasan dengan pribadi mereka. Bila sebuah gagasan ditolak, pencipta ide merasa dirinya disisihkan dan merasa sakit hati. Selanjutnya ia akan menolak gagasan orang lain dengan tujuan membalas dendam, tak ada seorang pun yang memungkiri hal tersebut diatas.


Oleh Ahmad Pramudya

The Brain Hypnosys


1. Jangan anggap diri tak berharga!

Jangan meruntuhkan diri Anda dengan membandingkannya dengan orang lain. Jangan membandingkan apa yang Anda miliki, yang Anda rasakan dan yang orang lain miliki, rasakan dan hadapi. Ingat, masing-masing orang punya konteks. Punya situasi sendiri yang tak bisa dipukul rata dengan orang lain. Anda unik, berbeda dan spesial. Anda memiliki sesuatu yang berharga dalam diri Anda, yang tentu saja tidak dimiliki dan berbeda dari orang lain. Karena itu, sayangi diri Anda. Banggalah karena Anda menjadi Anda seperti saat ini.


2. Jangan ikut orang lain!

Jangan menentukan tujuan hidup Anda sama persis dengan tujuan hidup orang lain. Belum tentu apa yang penting bagi orang lain, penting juga buat Anda. Belum tentu apa yang baik bagi orang lain, baik juga untuk Anda. Hanya Anda yang tahu apa yang terbaik untuk diri Anda. Jadi, lakukanlah apa yang menurut Anda benar serta sesuai dengan apa yang Anda inginkan dan harapkan. Hanya saja, hal itu mesti tak berlawanan dengan nilai moral.


3. Jangan anggap remeh!

Jangan anggap remeh apa pun, sekalipun kecil dan sederhana, yang terjadi atau yang Anda rasakan dan alami. Jika Anda senang karena suatu hal yang sederhana, jangan anggap itu hal yang biasa. Lihat baik-baik, pasti ada pelajaran berharga yang bisa Anda petik dari situ. Jika Anda bingung, jangan anggap remeh. Anda bisa dapat sesuatu dari situ. Jangan anggap remeh orang, benda, atau peristiwa, orang atau benda bisa membuat Anda sadar dan semakin menghargai hidup. Ingat, without them life is meaningless.


4. Jangan terbenam pada masa lalu atau melompat ke masa depan!

Benar bahwa Anda punya pengalaman pada masa lalu. Benar juga bahwa Anda punya impian untuk masa depan Anda. Tapi tidak benar bahwa Anda berkhayal untuk bisa kembali ke masa lalu. Bahwa Anda ingin hidup seperti waktu yang dulu. Tidak benar juga bahwa Anda langsung melompat ke masa depan. Berkhayal bisa punya mobil mewah, rumah megah atau harta berlimpah ruah. Yang mesti Anda lakukan adalah menghidupi hari ini. Artinya, sadar bahwa hari ini Anda bekerja untuk bisa hidup. Karena itu, hadapilah hari ini dengan sebaik-baiknya. Jika Anda menghadapi hari ini dengan baik, Anda akan siap menghadapi hari esok. Jangan biarkan masa lalu menghantui hari-hari Anda. Jangan biarkan khayalan tentang masa depan membunuh kreativitas Anda hari ini.


5. Jangan menyerah!

Jangan menyerah jika Anda masih memiliki sesuatu yang bisa Anda perbuat untuk hidup Anda dan orang lain. Jangan putus asa jika Anda masih memiliki potensi dan kemampuan yang bisa Anda bagikan. Berusahalah untuk meraih apa yang Anda inginkan. Jangan putus asa! Nothing is really over… till the moment you stop trying.


6. Jangan takut untuk merasa tidak sempurna!

Mengapa banyak orang tak sukses? Mengapa banyak orang tak maju? Karena mereka takut mengakui kekurangan mereka. Karena mereka takut menerima kenyataan bahwa mereka tak lebih baik dan hebat daripada orang lain. Jika ternyata Anda tak tahu, katakan saja tak tahu. Jika ternyata Anda tak pandai, katakan saja tak pandai. Bukankah nobody is perfect? Jangan pernah takut untuk sadar dan terima kenyataan bahwa Anda jauh dari sempurna. Kesadaran semacam itu akan mendorong Anda untuk terus berusaha. Terus berjuang untuk menjadi lebih baik.


7. Jangan takut mengambil risiko!

Tak ada yang tak mengandung risiko. Apa pun yang Anda ambil dan putuskan, sekecil dan sesederhana apa pun itu, selalu mengandung risiko. Beranilah menghadapi risiko. Anda tahu bahwa kalau Anda mencintai orang itu, orang lain pasti akan membenci Anda. Apakah Anda berhenti? Tidak perlu! Hadapilah risiko itu! Sekali lagi, jangan takut mengambil risiko. Risiko membuat Anda belajar untuk berani. Berani melangkah, berani mencoba, dan berani mengambil keputusan. Jika tidak, Anda hanya maju satu langkah tapi mundur dua langkah.


8. Jangan mengekang cinta!

Jangan pernah mengekang cinta hanya karena Anda berpikir bahwa untuk bisa mendapatkannya Anda berusaha keras. Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah memberikan cinta. Kata Scorpion, what you give, you get back. Kalau Anda mencintai orang, Anda akan dicintai. Kalau Anda menghormati orang, Anda akan dihormati. Kalau Anda menolong orang, Anda akan ditolong. Kalau Anda membela orang, Anda akan dibela. Kalau Anda memberikan sesuatu juga, Anda pasti diberikan sesuatu juga, sekalipun bentuknya tak persis sama. Hal tercepat yang bisa menghilangkan cinta adalah jika Anda menggenggamnya terlalu erat. Cara baik menjaga cinta adalah memberikannya sayap. Membiarkan cinta terbang dan berkembang.


9. Jangan membuang mimpi!

Jangan menghilangkan mimpi Anda. To be without dreams is to be without hope; to be without hope is to be without purpose. Hidup tanpa mimpi sama artinya dengan hidup tanpa harapan. Jika Anda hidup tanpa harapan, Anda akan hidup tanpa tujuan. Anda mesti punya mimpi supaya Anda selalu berharap. Anda harus punya harapan supaya Anda selalu bergairah menjalani hidup ini. Jika Anda tak punya tujuan, Anda akan jatuh ke dalam kekosongan. Hidup Anda tak punya makna. Tak punya arti. Impian dan harapan adalah energi yang kuat.


10. Jangan tergesa-gesa!

Ingat, life is not a race, but a journey to be savored every step of the way. Pada titik yang paling dalam, hidup bukanlah perlombaan atau medan pertarungan, melainkan sebuah perjalanan yang mesti dinikmati. Anda tidak hidup untuk mendapatkan medali emas, tetapi Anda hidup untuk menikmati setiap langkah Anda meraih medali emas. Yang penting dalam hidup bukan hasil, melainkan proses. Dan proses itu mesti dinikmati. Tidak boleh ditinggalkan atau sengaja ditiadakan. Karena itu, jangan tergoda untuk cepat-cepat menyelesaikannya. Nikmatilah setiap apa yang Anda jalankan. Pada setiap detail proses itu, Anda belajar sesuatu.


Oleh Ahmad Pramudya

Selasa, 27 Oktober 2009

Tips Lancar Berbahasa Asing


Di era globalisasi seperti ini, kemampuan berbahasa asing menjadi kebutuhan utama. Bukan hanya menguasai bahasa Inggris, bila perlu bahasa asing lainnya macam Mandarin, Jerman, dan Rusia juga dipelajari.

Berikut ini ada beberapa cara agar kemampuan berbahasa asing (foreign language) semakin lancar.

1. Mengikuti pelajaran yang diadakan lembaga kursus bahasa adalah salah satu cara untuk mempelajari dasar-dasar dan tata bahasa dari bahasa asing yang ingin dikuasai. Akan sangat beruntung bila di lembaga tersebut tersedia native speaker-nya.

2. Jika Anda sudah menguasai atau setidaknya memahami dasar-dasar tata bahasa, yang harus dilakukan selanjutnya adalah mempraktikkan kemampuan berbahasa bersama orang atau kalangan yang menggunakan bahasa tersebut.

Bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa asing adalah salah satu cara untuk memacu rasa percaya diri dan membiasakan lidah melafalkan bahasa tersebut dalam keseharian. Akan lebih baik lagi bila Anda memiliki partner untuk bercakap-cakap. Secanggih apa pun Anda berbahasa asing, bila bahasa tersebut tidak digunakan dalam waktu yang lama, ada kemungkinan kemampuan Anda berbahasa hilang.

3. Menonton film tanpa membaca terjemahannya juga bisa membuat Anda memahami makna dan lebih menguasai kosa kata.
Tentunya menonton film jauh lebih mengasyikkan daripada bolak-balik buka kamus bukan? Selain itu, melalui film Anda juga bisa mempelajari bahasa slank yang berlaku di negara asalnya.

4. Sementara untuk membiasakan diri menuliskan kata-kata dalam bahasa asing secara baik dan benar, carilah teman dari negara tersebut untuk chatting. Mintalah ia mengoreksi jika ada tata bahasa yang salah.

Dengan terbiasa menggunakan bahasa asing dalam kehidupan sehar-hari, niscaya kemampuan berbahasa asing akan semakin meningkat dan lidah Anda pun kian fasih dalam bertutur kata.

kumpulantipspilihan.blogspot.com

Senin, 26 Oktober 2009

7 tanda cewek menggoda cowok

Selama ini anda menganggap semua cewek sama dan tidak ada yang spesial. Padahal, satu di antara mereka pastilah ada yang sedang bergerilya meruntuhkan hati Anda. Kini, Anda pun tidak perlu pusing menebak cewek yang sedang terpanah asmara. Anda bisa memanfaatkan panduan menguak cewek menggoda cowok, seperti tulisan berikut..


Dia mulai mendekati Anda
Panggilan mesra merupakan teknik awal yang sering kali dilakukan
Cewek mendekati cowok. Setelah itu, Cewek menghampiri Anda.
Sesekali dia mencuri perhatian dengan memainkan rambut indahnya.


Pandangan mata
Kontak mata
cowok yang berani menatap kedua bola mata Cewek saat
berkomunikasi merupakan sosok cowok idaman.
Oleh karena itu, Cewek pun tak malu lagi menarik hati si dia
dengan berbagai cara.

Sentuhan
Cewek yang mulai memberikan sentuhan kepada Anda, berarti dia
siap memberikan kehangatan. Anda pun tinggal mengamati seberapa
besar aksi Cewek tersebut.

Mempelajari mimik tubuh Anda
Cewek yang rajin memperhatikan bahasa tubuh Anda dengan t
atapan tajam, berarti ingin mengajak Anda ke tahap yang lebih serius.
Misalnya, memerhatikan cara Anda memegang segelas wine di kafe.

Menutup diri dari cowok lain
Umumnya, Cewek yang sedang tergoda dengan seorang cowok
akan menutup hatinya untuk orang lain. Di matanya, hanya A
ndalah yang berhasil mencuri hatinya.

Ekspos bagian bibir
Cewek yang sedang jatuh cinta berusaha menarik perhatian targetnya.
Cewek berusaha menarik perhatian dengan memoles bibirnya
dengan lisptik merah menyala.


Senyum
Saat situasi tidak menyenangkan pun Cewek tetap melempar
senyum termanis di hadapan cowok pujaan. Harapannya,
Anda bisa jatuh dalam pelukannya.

sumber: kaskus.us

Pola Tidur Sehat dan Fenomena di Balik Kedasyatan Sholat Malam

Tidur adalah kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat diganggu gugat pelaksanaannya. Secara biologis normal, manusia dapat bertahan tidak makan selama 2 minggu namun akan mengalami gangguan kesehatan serius jika tidak tidur dalam waktu 3X24 jam.

Tidur sehat adalah dambaan setiap orang. Dengan tidur yang sehat maka akan memberikan dampak jangka panjang pada kesejahteraan fisik dan psikis manusia.

Aksioma yang banyak diterima oleh kita mengenai tidur 8 jam sehari sebagai tidur sehat ternyata dipatahkan oleh penelitian Daniel F. Kripke seorang profesor ahli psikiatri dari Universitas California.

Hasil penelitiannya selama sekitar 6 tahun di Amerika Serikat dan Jepang menyimpulkan bahwa tidur selama 8 jam sehari memiliki resiko kematian lebih cepat dibandingkan selama 6-7 jam sehari. Penelitian tersebut melibatkan responden berusian antara 30-120 tahun.

Sebenarnya masalah tidur sehat ini sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sejak lebih dari 14 abad yang lalu.

Beliau tidur sekitar jam 9 malam dan bangun sekitar jam 2 pagi (kurang lebih 5 jam tidur) untuk mendirikan sholat tahajjud hingga waktu sholat subuh. Kemudian beliau beristirahat sejenak hingga waktu terbitnya matahari.

Masalah tidur sehat dan sholat tahajjud ini menjadi penting terutama dalam rangka membangun karakter manusia yang berkualitas.




Dr. Moh. Sholeh dalam bukunya berjudul Tahajud, Manfaat Praktis Ditinjau dari Ilmu Kedokteran yang diterbitkan oleh Pustaka Pelajar – Jogjakarta terbitan April 2001 membedah mengenai manfaat sholat tahajjud serta tips tidur sehat.

Secara formal Dr. Moh. Sholeh menempuh pendidikan sarjananya di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Tribakti Kediri dan Universitas Muhammadiyah Malang. Kemudian dilanjutkan dengan tingkat magisternya di Fakultas Psikologi IKIP Malang dan menyelesaikan program doktoralnya di Fakultas Kedokteran Jurusan Psikoneuromunologi Universitas Airlangga Surabaya.

Dari penelitiannya yang dilakukan kepada 19 santri yang sudah terpilih di Pesantren Hidayatullah Surabaya, Dr. Moh. Sholeh memperoleh informasi bahwa salat tahajjud sangat efektif membangun sistem kekebalan (imunologi) dan keseimbangan (homoeostatis) tubuh.

Sebenarnya dalam sistem tubuh kita terdapat irama sirkadian yang merupakan elemen penting di dalamnya. Dimana pola tidur-bangun, kesiapan bekerja, pengaturan autonomik (sekresi adrenalin, kortisol), proses metabolisme/vegetasi, suhu badan, denyut jantung dan tekanan darah adalah komponen-komponen penting pembentuk irama sirkadian.

Irama sirkadian ini secara jam biologis beroperasi selama 24 jam sehari yang akan meningkat pada waktu siang hari dan mengalami penurunan ritme pada waktu malam hari.

Masalah yang timbul jika irama sirkadian ini tidak terkelola dengan baik adalah gejala-gejala gangguan kesehatan seperti gangguan tidur, nyeri perut, nyeri ulu hati, tidak ada nafsu makan, badan terasa lemah, merasa sangat lelah serta gangguan saluran pernapasan. Gejala itu biasanya dialami para pekerja shift malam dan beberapa pengamal salat tahajud.

Hal ini disebabkan proses tidak alami dimana seharusnya pada malam hari terjadi penurunan ritme irama sirkadian namun karena adanya aktivitas menyebabkan gangguan pada sistem tersebut.

Kegagalan proses adaptasi tersebut menyebabkan hormon kortisol tetap tinggi dimana seharusnya sudah menurun. Hal tersebut memicu stres disebabkan terganggunya kondisi homeostatis yang disebabkan naiknya kadar ACTH dalam tubuh.

Secara alami kadar ACTH dan kortisol dalam tubuh dipengaruhi oleh kondisi gelap-terang di luar tubuh kita dimana pada malam hari yang relatif gelap kedua hormon tersebut mengalami penurunan yang mencapai puncaknya di sekitar jam 00.00 s.d 02.00.

Padahal pada waktu tersebut adalah saat yang paling dianjurkan untuk mendirikan sholat tahajjud. Sehingga kemampuan untuk beradaptasi supaya kadar kortisol tetap rendah sekalipun melakukan aktivitas adalah hal yang sangat penting.

Kegagalan dari proses adaptasi terhadap perubahan kondisi hormon kortisol tersebut dapat menyebabkan timbulnya gangguan infeksi dan kanker. Namun jika berhasil akan mendorong kemampuan berprestasi yang luar biasa.

Proses adaptasi yang efektif hanya dapat tercapai jika pendiri sholat tahajjud tersebut mampu mendirikan sholatnya secara khusyu’ dan ikhlas serta dilaksanakan secara konsisten/berkelanjutan.

Jika pendiri sholat tahajjud mampu mencapainya dengan penuh kesungguhan, khusyu’, tepat, ikhlas dan berkelanjutan, dia dapat menumbuhkan persepsi dan motivasi positif.

Petunjuk dari hal tersebut dapat dicapai adalah mereka akan menghadapi hidup secara realistis dan optimis serta tetap bersikap konstruktif.

http://www.setiabudi.name/