sumber: kaskus.us
Jumat, 13 November 2009
Pintu Unik dan kreatif !
sumber: kaskus.us
Seni Tali Sepatu
Kamis, 12 November 2009
menjadi MC yang baik
Tips Menjadi Detektif
Senin, 09 November 2009
TEKNIK LOBI DAN NEGOSIASI
- Kita tidak mempunyai kekuasaan untuk memaksakan suatu hasil yang kita inginkan.
- Terjadi konflik antar para pihak, yang masing-masing pihak tidak mempunyai cukup kekuatan atau mempunyai kekuasaan yang terbatas untuk menyelesaikannya secara sepihak.
- Keberhasilan kita dipengaruhi oleh kekuasaan atau otoritas dari pihak lain.
- Kita tidak mempunyai pilihan yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi atau mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.
- Persetujuan atau kesepakatan bukanlah tujuan yang ingin dicapai oleh para pihak,
- Salah satu atau kedua belah pihak berniat untuk merugikan atau menghancurkan pihak lain.
- Negosiator dari salah satu pihak mempunyai kekuasaan yang terbatas atau tidak mempunyai kekuasaan sama sekali untuk mewakili kelompoknya dalam negosiasi.
- Apakah alternatif terbaik untuk menerima atau menolak kesepakatan dalam negosiasi?
- Berapa besar nilai atau penawaran minimum yang akan dapat diterima sebagai sebuah kesepakatan?
- Seberapa lentur proses negosiasi akan dilakukan dan seberapa akurat pertukaran yang ingin dilakukan?
- BATNA ( Best Alternative to a Negotiated Agreement) , yaitu langkah-langkah atau alternatif-alternatif yang akan dilakukan oleh seorang negosiator bila negosiasi tidak mencapai kesepakatan.
- Reservation Price, yaitu nilai atau tawaran terendah yang dapat diterima sebagai sebuah kesepakatan dalam negosiasi.
- ZOPA ( Zone of Possible Agreement), yaitu suatu zona atau area yang memungkinkan terjadinya kesepakatan dalam proses negosiasi.
- Win-win. Strategi ini dipilih bila pihak-pihak yang berselisih menginginkan penyelesaian masalah yang diambil pada akhirnya menguntungkan kedua belah pihak. Strategi ini juga dikenal sebagai Integrative negotiation.
- Win-lose. Strategi ini dipilih karena pihak-pihak yang berselisih ingin mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya dari penyelesaian masalah yang diambil. Dengan strategi ini pihak-pihak yang berselisih saling berkompetisi untuk mendapatkan hasil yang mereka inginkan.
- Lose-lose. Strategi ini dipilih biasanya sebagai dampak kegagalan dari pemilihan strategi yang tepat dalam bernegosiasi. Akibatnya pihak-pihak yang berselisih, pada akhirnya tidak mendapatkan sama sekali hasil yang diharapkan.
- Lose-win. Strategi ini dipilih bila salah satu pihak sengaja mengalah untuk mendapatkan manfaat dengan kekalahan mereka.
- Membuat agenda. Taktik ini harus digunakan karena dapat memberikan waktu kepada pihak-pihak yang berselisih setiap masalah yang ada secara berurutan dan mendorong mereka untuk mencapi kesepakatan atas keseluruhan paket perundingan.
- Bluffing. Taktik klasik yang sering digunakan oleh para negosiator yang bertujuan untuk mengelabui lawan berundingnya dengan cara membuat distorsi kenyataan yang ada dan membangun suatu gambaran yang tidak benar.
- Membuat tenggat waktu (deadline). Taktik ini digunakan bila salah pihak yang berunding ingin mempercepat penyelesaian proses perundingan dengan cara memberikan tenggat waktu kepada lawannya untuk segera mengambil keputusan.
- Good Guy Bad Guy. Taktik ini digunakan dengan cara menciptakan tokoh “jahat’ dan “baik” pada salah satu pihak yang berunding. Tokoh “jahat” ini berfungsi untuk menekan pihak lawan sehingga pandangan-pandangannya selalu ditentang oleh pihak lawannya , sedangkan tokoh “baik” ini yang akan menjadi pihak yang dihormati oleh pihak lawannya karena kebaikannya. Sehingga pendapat-pendapat yang dikemukakannya untuk menetralisir pendapat Tokoh “jahat”, sehingga dapat diterima oleh lawan berundingnya.
- The art of Concesión. Taktik ini diterapkan dengan cara selalu meminta konsesi dari lawan berunding atas setiap permintaan pihak lawan berunding yang akan dipenuhi .
- Intimidasi. Taktik ini digunakan bila salah satu pihak membuat ancaman kepada lawan berundingnya agar menerima penawaran yang ada, dan menekankan konsekuensi yang akan diterima bila tawaran ditolak.
- Leaving money on table (dikenal juga sebagai “lose-lose” negotiation, yang terjadi saat para perunding gagal mengenali dan memanfaatkan potensi yang ada untuk menghasilkan “win-win” solution.
- Setting for too little ( atau dikenal sebagai “kutukan bagi si pemenang”), yang terjadi saat para perunding memberikan konsesi yang terlalu besar, kepada lawan berundingnya dibandingkan dengan yang mereka peroleh.
- Meninggalkan meja perundingan , yang terjadi saat para perunding menolak tawaran dari pihak lain yang sebenarnya lebih baik dari semua pilihan yang tersedia bagi mereka. Biasanya hal ini terjadi karena terlalu mempertahankan harga diri atau salah perhitungan.
- Setting for terms that worse than the alternative terjadi saat para perunding merasa berkewajiban untuk mencapai kesepakatan, padahal hasil kesepakatan yang dibuat tidak sebaik alternatif yang lain.
- Persiapan,
- Memulai,
- Langkah strategis,
- Diskusi dan komunikasi,
- Melakukan pengukuran : a. Diri b. Lawan c. Situasi d. Pengembangan strategi,
- Penutup dan kesepakatan.
- Pasca kesepakatan
Jumat, 30 Oktober 2009
Jangan Biarkan Gagasan Anda Terpendam

Banyak gagasan dan pemikiran yang diabaikan dalam dunia bisnis maupun profesi lainnya sebab pemikiran itu tidak diterapkan sebagaimana mestinya. Tidak disampaikan kepada orang lain yang bisa menilai pemikiran itu. Atau karena teknik pengungkapan sulit dimengerti oleh pendengar.
Gagasan dan pemikiran yang sangat berguna itu tidak terwujudkan karena sulitnya dalam penyampaian ide kepada orang lain. Seringnya, hal ini malah diakibatkan oleh perasaan takut akan ejekan dari orang lain karena idenya tidak masuk akal. Perasaan takut ini biasanya didasarkan karena kegagalan-kegagalan dimasa lampau ada ejekan atau penolakan yang menyinggung perasaan dan diremehkan. Kebanyakan dari kita cenderung untuk mengukur gagasan-gagasan kita dengan diri sendiri, sehingga sikap remeh dari orang lain sering kita anggap sebagai bumerang.
Alasan lainnya mengapa gagasan dan pemikiran yang baik dan sangat berguna mengalami kegagalan ialah kurangnya usaha-usaha untuk meyakinkan orang lain terhadap nilai suatu pemikiran atau gagasan. Banyak orang yang kreatif mempunyai pikiran yang salah, mereka baru mendapatkan pemikiran yang baru dengan suatu gagasan maka cukup puaslah hatinya, pokoknya mereka sudah memahami maknanya sendiri. Mereka tidak menyadari bahwa proses kreativitas dimulai suatu gagasan atau pemikiran. Tentu saja, orang yang mempunyai gagasan-gagasan yang luar biasa tidak langsung mengambil keuntungan dari orang yang tidak mempunyai pemikiran kecuali orang itu tahu bagaimana mencetuskan ide atau gagasan itu serta bagaimana menjelaskan kepada orang lain.
Didalam perindustrian dan perdagangan kita sering menemukan orang-orang yang kreatif yang semata-mata hanya tertarik dalam pemecahan masalah tetapi setelah masalah tersebut terpecahkan dengan tuntas ia tidak mau merealisasikan hasilnya. Begitu masalah terpecahkan dan penyelesaiannya terbentuk, mereka segera mengesampingkan dan mulai menangani masalah lainnya. Hal ini adalah merupakan tindakan yang salah, sudah membuang waktu dan energi tetapi gagasan yang berguna itu dibiarkan dengan begitu saja.
Setelah mereka memecahkan masalah, umumnya mereka kehilangan semangat untuk melaksanakan pemikiran tersebut sebab masalah itu tidak lagi mengandung tantangan. Itulah sebabnya mereka gagal dalam menentukan usaha-usaha yang sungguh-sungguh untuk mengetahui hasil akhir dari ide dan gagasannya yang terakhir.
Orang-orang kreatif memang mempunyai banyak gagasan dan pemikiran baru, tetapi mereka tidak mau menjamin pelaksanaan gagasan mereka dengan memberikan langkah-langkah perlu. Mereka mau menangani masalah untuk beberapa saat tetapi tidak mau menyelesaikannya karena mereka dengan cepat akan beralih pada gagasan dan pemikiran lain yang lebih menarik. Tetapi masalah ini pun juga akan membosankan dan mereka pun beralih mengejar gagasan-gagasan baru. Akibatnya gagasan-gagasan dan pemikirannya menjadi berantakan dan tidak berguna sama sekali. Ia akan gagal karena pekerjaannya menjadi mentah.
Alex F, Osborn pernah mengatakan dalam hal ini, “Suatu gagasan yang cukup bagus dinyatakan dengan tindakan akan lebih baik dan berguna dari pada suatu ide yang benar-benar bagus tetapi terus-menerus diperbaharui“.
“ Masalah yang utama adalah apa yang dinamakan orang-orang kreatif sering melemparkan kewajiban memperhatikan pokok dasar kepada orang lain. Mereka mempunyai banyak gagasan dan pemikiran tetapi kurang kelanjutannya. Mereka tidak herusaha dengan baik supaya ide-ide mereka mendapat perhatian dan dicoba untuk diterapkan“.
Setelah dipertimbangkan semuanya, dapat dikatakan gagasan-gagasan cukup banyak, hanya pelaksanaannya masih perlu diperhatikan. Jarang yang tahu bagaimana energi, kekuatan dan kekuasaan perlu dimanfaatkan untuk menyajikan gagasan dan pemikiran.
Ungkapan yang Mematikan dalam Mengungkap Gagasan
Charles H. Clarck yang bekerja pada bagian personalia The BF Goodrich Institute, pernah melontarkan sejumlah daftar lengkap susunan kata-kata yang biasa dipakai untuk mematikan gagasan dan susunan kata yang amat mematikan pula, yang sangat efektif untuk menahan ide atau gagasan baru. Adapun ungkapan yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:
- Kami tak pernah melakukan cara itu sebelumnya
- Ini tidak akan jalan
- Kami telah mencobanya
- Kami belum siap untuk itu
- Anda tidak mengerti kesulitan kami
- Gagasan apa itu?
- Saya tahu gagasan tak akan jalan
- Terlambat sudah
- Tidak akan berhasil
- Orang akan tertawa bila saya melontarkan gagasan saya
- Orang lain akan simpati dengan gagasan saya
- Dan sebagainya
“Pikiran manusia sedikit sekali menginginkan gagasan baru, seperti halnya reaksi tubuh terhadap makanan yang baru dicoba dan tidak disukai. Bila kita menilai diri kita dengan jujur sering kita temui bahwa kita telah mulai menentang sebuah gagasan baru sebelum kita memahaminya,”
ARTHUR KOESTER.
Sebagian besar manusia di dunia ini bukan saja menginginkan terbentuknya gagasan-gagasan baru dan mempertimbangkannya, tetapi juga mengembangkan, mewujudkan serta mendukung gagasan-gagasan baru. Tetapi berdasarkan apa yang pernah kita alami, maka gagasan yang baik jarang dipraktekkan. Kadang dengan ide baru kita tidak setuju, atau terjadi konflik batin, bila gagasan ini dilaksanakan apakah menguntungkan dan beribu pertanyaan yang menghambat jalan pikiran kita.
Akibatnya, banyak suatu gagasan yang muncul dalam otak kita lalu menghilang begitu saja, karena kita menganggap gagasan baru itu tak akan bermanfaat bagi kita. George Prince, yang telah mempelajari sejumlah besar rekaman dari diskusi penyajian ide atau gagasan, merasa bahwa reaksi kita terhadap sebuah gagasan baru ialah mencari keuntungan pribadi yang mungkin kita dapatkan dari sebuah ide tetapi kita tidak mau meneliti lebih jauh apakah gagasan itu dapat dikembangkan agar lebih baik atau tidak. Selanjutnya George Prince berkata:
“Setiap orang yang mengatakan ia menyukai gagasan baru, tetapi menurut beribu-ribu rekaman penyaji gagasan, ternyata kita telah membohongi diri kita sendiri. Orang secara tak langsung, melalui nada bicara kritik dan perbuatan menyatakan ketidaksetujuan mereka, bukan saja terhadap gagasan baru, tetapi juga terhadap orang yang menemukan gagasan baru itu. Manusia pada umumnya dari gagasan baru mereka sendiri".
Manusia pun sering tidak menyadari akibat reaksi mereka terhadap orang lain. Misalnya, orang yang sudah sangat terbiasa dikritik mengenai hal-hal yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial. Dengan sendirinya mereka menerima reaksi negatif sebagai kritik membangun, sedikitnya mereka mencoba bersikap menerima kritik itu. Sebenarnya manusia mengasosiasikan tanggapan sebuah gagasan dengan pribadi mereka. Bila sebuah gagasan ditolak, pencipta ide merasa dirinya disisihkan dan merasa sakit hati. Selanjutnya ia akan menolak gagasan orang lain dengan tujuan membalas dendam, tak ada seorang pun yang memungkiri hal tersebut diatas.
Oleh Ahmad Pramudya
The Brain Hypnosys
1. Jangan anggap diri tak berharga!
Jangan meruntuhkan diri Anda dengan membandingkannya dengan orang lain. Jangan membandingkan apa yang Anda miliki, yang Anda rasakan dan yang orang lain miliki, rasakan dan hadapi. Ingat, masing-masing orang punya konteks. Punya situasi sendiri yang tak bisa dipukul rata dengan orang lain. Anda unik, berbeda dan spesial. Anda memiliki sesuatu yang berharga dalam diri Anda, yang tentu saja tidak dimiliki dan berbeda dari orang lain. Karena itu, sayangi diri Anda. Banggalah karena Anda menjadi Anda seperti saat ini.
2. Jangan ikut orang lain!
Jangan menentukan tujuan hidup Anda sama persis dengan tujuan hidup orang lain. Belum tentu apa yang penting bagi orang lain, penting juga buat Anda. Belum tentu apa yang baik bagi orang lain, baik juga untuk Anda. Hanya Anda yang tahu apa yang terbaik untuk diri Anda. Jadi, lakukanlah apa yang menurut Anda benar serta sesuai dengan apa yang Anda inginkan dan harapkan. Hanya saja, hal itu mesti tak berlawanan dengan nilai moral.
3. Jangan anggap remeh!
Jangan anggap remeh apa pun, sekalipun kecil dan sederhana, yang terjadi atau yang Anda rasakan dan alami. Jika Anda senang karena suatu hal yang sederhana, jangan anggap itu hal yang biasa. Lihat baik-baik, pasti ada pelajaran berharga yang bisa Anda petik dari situ. Jika Anda bingung, jangan anggap remeh. Anda bisa dapat sesuatu dari situ. Jangan anggap remeh orang, benda, atau peristiwa, orang atau benda bisa membuat Anda sadar dan semakin menghargai hidup. Ingat, without them life is meaningless.
4. Jangan terbenam pada masa lalu atau melompat ke masa depan!
Benar bahwa Anda punya pengalaman pada masa lalu. Benar juga bahwa Anda punya impian untuk masa depan Anda. Tapi tidak benar bahwa Anda berkhayal untuk bisa kembali ke masa lalu. Bahwa Anda ingin hidup seperti waktu yang dulu. Tidak benar juga bahwa Anda langsung melompat ke masa depan. Berkhayal bisa punya mobil mewah, rumah megah atau harta berlimpah ruah. Yang mesti Anda lakukan adalah menghidupi hari ini. Artinya, sadar bahwa hari ini Anda bekerja untuk bisa hidup. Karena itu, hadapilah hari ini dengan sebaik-baiknya. Jika Anda menghadapi hari ini dengan baik, Anda akan siap menghadapi hari esok. Jangan biarkan masa lalu menghantui hari-hari Anda. Jangan biarkan khayalan tentang masa depan membunuh kreativitas Anda hari ini.
5. Jangan menyerah!
Jangan menyerah jika Anda masih memiliki sesuatu yang bisa Anda perbuat untuk hidup Anda dan orang lain. Jangan putus asa jika Anda masih memiliki potensi dan kemampuan yang bisa Anda bagikan. Berusahalah untuk meraih apa yang Anda inginkan. Jangan putus asa! Nothing is really over… till the moment you stop trying.
6. Jangan takut untuk merasa tidak sempurna!
Mengapa banyak orang tak sukses? Mengapa banyak orang tak maju? Karena mereka takut mengakui kekurangan mereka. Karena mereka takut menerima kenyataan bahwa mereka tak lebih baik dan hebat daripada orang lain. Jika ternyata Anda tak tahu, katakan saja tak tahu. Jika ternyata Anda tak pandai, katakan saja tak pandai. Bukankah nobody is perfect? Jangan pernah takut untuk sadar dan terima kenyataan bahwa Anda jauh dari sempurna. Kesadaran semacam itu akan mendorong Anda untuk terus berusaha. Terus berjuang untuk menjadi lebih baik.
7. Jangan takut mengambil risiko!
Tak ada yang tak mengandung risiko. Apa pun yang Anda ambil dan putuskan, sekecil dan sesederhana apa pun itu, selalu mengandung risiko. Beranilah menghadapi risiko. Anda tahu bahwa kalau Anda mencintai orang itu, orang lain pasti akan membenci Anda. Apakah Anda berhenti? Tidak perlu! Hadapilah risiko itu! Sekali lagi, jangan takut mengambil risiko. Risiko membuat Anda belajar untuk berani. Berani melangkah, berani mencoba, dan berani mengambil keputusan. Jika tidak, Anda hanya maju satu langkah tapi mundur dua langkah.
8. Jangan mengekang cinta!
Jangan pernah mengekang cinta hanya karena Anda berpikir bahwa untuk bisa mendapatkannya Anda berusaha keras. Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah memberikan cinta. Kata Scorpion, what you give, you get back. Kalau Anda mencintai orang, Anda akan dicintai. Kalau Anda menghormati orang, Anda akan dihormati. Kalau Anda menolong orang, Anda akan ditolong. Kalau Anda membela orang, Anda akan dibela. Kalau Anda memberikan sesuatu juga, Anda pasti diberikan sesuatu juga, sekalipun bentuknya tak persis sama. Hal tercepat yang bisa menghilangkan cinta adalah jika Anda menggenggamnya terlalu erat. Cara baik menjaga cinta adalah memberikannya sayap. Membiarkan cinta terbang dan berkembang.
9. Jangan membuang mimpi!
Jangan menghilangkan mimpi Anda. To be without dreams is to be without hope; to be without hope is to be without purpose. Hidup tanpa mimpi sama artinya dengan hidup tanpa harapan. Jika Anda hidup tanpa harapan, Anda akan hidup tanpa tujuan. Anda mesti punya mimpi supaya Anda selalu berharap. Anda harus punya harapan supaya Anda selalu bergairah menjalani hidup ini. Jika Anda tak punya tujuan, Anda akan jatuh ke dalam kekosongan. Hidup Anda tak punya makna. Tak punya arti. Impian dan harapan adalah energi yang kuat.
10. Jangan tergesa-gesa!
Ingat, life is not a race, but a journey to be savored every step of the way. Pada titik yang paling dalam, hidup bukanlah perlombaan atau medan pertarungan, melainkan sebuah perjalanan yang mesti dinikmati. Anda tidak hidup untuk mendapatkan medali emas, tetapi Anda hidup untuk menikmati setiap langkah Anda meraih medali emas. Yang penting dalam hidup bukan hasil, melainkan proses. Dan proses itu mesti dinikmati. Tidak boleh ditinggalkan atau sengaja ditiadakan. Karena itu, jangan tergoda untuk cepat-cepat menyelesaikannya. Nikmatilah setiap apa yang Anda jalankan. Pada setiap detail proses itu, Anda belajar sesuatu.
Oleh Ahmad Pramudya















